Perhatikanlah Ini Wanita Saat Engkau Beraktivitas Menuju Kehidupan Umum-mu (Hayaatul ‘Am): [Penting Dibaca]

Islam telah memberikan ruang kepada para wanita untuk keluar dari rumah atau kehidupan khususnya (Hayatul Khassah) untuk menunaikan kepentingan hidupnya, atau untuk mengurus sendiri kebutuhan hidupnya. Islam pun telah membolehkan adanya interaksi antara pria dan wanita untuk melaksanakan berbagai taklif hukum dan berbagai aktivitas lainnya.

Walau pun demikian, Islam sangatlah berhati-hati menjaga dalam masalah ini. Tidaklah di satu sisi Islam membolehkan wanita ke luar dari kehidupan khususnya namun membiarkan sahaja tata aturan saat mereka beraktivitas dan berinteraksi di kehidupan umum (Hayaatul ‘Am). Sungguh tidak.

Dalam Islam hukum-hukum syariat sangatlah banyak dan beragam. Sebagian di antaranya terkait dengan sebagian yang lain. Seorang wanita – mau pun pria – wajib mengikatkan dirinya dengan hukum-hukum syariat secara keseluruhan, sehingga tidak terjadi kontradiksi dalam diri seorang muslimah yang menyebabkan hukum-hukum Islam terlihat seperti saling bertentagan. Baca selebihnya »

Qalbun Maridh (Hati Yang Sakit)

“Kita ini kadang aneh,” kata ustad muda itu di hadapan jamaahnya. “Jika lahiriah kita sakit, kita cepat-cepat cari obat. Jika sakitnya ringan, cukup pake ‘obat warung’. Jika agak berat, buru-buru ke dokter. Jika berat dan gak sembuh-sembuh, kita segera ke rumah sakit. Kita bahkan rela dirawat dan mengeluarkan banyak uang jika sakitnya parah dan mengharuskan kita masuk rumah sakit.”

“Tapi, coba kalau yang sakit batiniah kita, hati/kalbu kita. Kita kadang tak segera menyadarinya, apalagi merasakannya. Boro-boro terdorong untuk mencari obatnya,” imbuhnya.

“Orang sakit itu, biasanya makan/minum gak enak. Sakit demam saja, kadang segala yang masuk ke mulut terasa pahit di lidah. Padahal tak jarang, orang sakit disuguhi makanan yang enak-enak, yang lezat-lezat, kadang yang harganya mahal-mahal pula. Namun, semua terasa pahit, gak enak, gak selera,” tegasnya lagi. Baca selebihnya »

Bolehkah Fakta Dijadikan Sumber Hukum?


Soal:

Bolehkah menjadikan fakta/realitas sebagai sumber hukum? Benarkah menggunakan maslahat sebagai dalil, sama dengan menggunakan fakta/realitas sebagai sumber hukum?

Jawab:

Sumber hukum (mashadir al-ahkam), oleh ulama ushul fikih kadang juga disebut dalil hukum (adillatu al-ahkam) dan akar hukum (ushul al-ahkam), yaitu sumber yang dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan hukum (istidlal) maupun menggali hukum (istinbat).1 Baca selebihnya »

PERLUKAH BANK SYARIAH DALAM NEGARA KHILAFAH?


Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis, perlukah bank-bank syariah seperti sekarang ini dalam negara Khilafah nanti?

Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu kiranya dibahas lebih dulu 2 (dua) hal penting sebagai dasar jawabannya. Pertama, kritik terhadap bank syariah saat ini, baik kritik yang bersifat umum maupun terperinci. Kritik ini perlu, agar bank syariah dapat dipahami secara utuh. Yakni di samping ada manfaatnya yang positif, bank syariah ternyata juga tak luput dari penyimpangan-penyimpangan syariah (mukhalafat syariyah). Adanya berbagai penyimpangan ini akan menjadi bahan pertimbangan, apakah bank syariah diperlukan atau tidak.

Kedua,penjelasan mengenai apa saja yang menjadi aktivitas bank konvensional dan syariah. Penjelasan ini penting untuk mengetahui apakah aktivitas-aktivitas bank syariah saat ini memang mutlak harus dilakukan dalam bentuk bank syariah, ataukah dapat dijalankan dalam bentuk lain. Baca selebihnya »

POLITIK INDUSTRI DI NEGARA KHILAFAH

Dunia Islam sekarang tertinggal jauh dari negara-negara industri di dunia. Sementara Barat telah melewati fase industrialisasi 150 tahun yang lalu, Dunia Islam tetap terde-industrialisasi secara besar-besaran, dan banyak kasus tersebut dipercaya terjadi di negara berkembang.

Industrialisasi bisa diartikan sebagai keadaan dimana sebuah perekonomian dilengkapi dengan mesin/pabrik, yang kemudian hal tersebut menjadi stimulus bagi sektor-sektor lain perekonomian. Contohnya adalah Kerajaan Inggris, yang memusatkan manufaktur pada perekonomiannya, industri perkapalan, amunisi dan pertambangan yang mendorong Inggris menjadi sebuah kekuatan global yang mempunyai kemampuan mobilisasi perang dan penjajahan yang cepat. Di saat perdamaian, industri-industri tersebut dipakai untuk kepentingan masyarakat.

Hal ini adalah alasan fundamental bagi setiap bangsa yang menginginkan industrialisasi. Mempunyai dasar industri membuat sebuah bangsa bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan mandiri dari bangsa lainnya. Tanpa industrialisasi suatu bangsa akan tergantung secara politik dan ekonomi pada negara lain dalam kebutuhan-kebutuhan vital seperti pertahanan, industri dan produktivitas perekonomian. Contoh terakhir menggambarkan dengan tepat negara-negara dari Dunia Islam saat ini. Baca selebihnya »

Politik Pertanian di Negara Khilafah

A. Pengantar
Pertanian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai bidang lainnya seperti industri, perdagangan, jasa, pertanahan dan lain sebagainya. Semuanya adalah bagian integral yang saling berhubungan erat. Karena itu ketika Islam berbicara tentang politik pertanian, politik perindustrian, politik pertanahan, politik perburuhan, politik perdagangan –baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan luar negeri—semuanya dibahas dalam satu kesatuan yang berhubungan erat. Semua bidang tersebut dalam perspektif Islam diarahkan kepada upaya mewujudkan tercapainya tujuan politik ekonomi menurut Sistem Ekonomi Islam. Politik ekonomi Islam adalah penerapan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk menjamin pemenuhan semua kebutuhan pokok (primer) tiap indidvidu masyarakat secara keseluruhan, disertai adanya jaminan yang memungkinkan setiap individu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelengkap (sekunder dan tersier) sesuai dengan kemampuan mereka. Baca selebihnya »

Apakah Engkau Termasuk Muslimah Yang ‘Minimalis’?: Sebuah Renungan

Sadar atau tidak, sistem ‘busuk’ Demokrasi Kapitalis telah menghitamkan pandangan kita para perempuan. Kita diseret ke luar rumah untuk bekerja, baik itu karena terpaksa maupun sukarela demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian sulit diperoleh. Ditengah kondisi ini pun tak hanya satu peran yang kita ambil; sebagai ibu, pengemban dakwah, karyawan, wirausaha, mahasiswa, pelajar atau yang lainnya. Seringkali dengan banyaknya peran yang kita ambil, membuat benturan-benturan dalam waktu tak terelakkan lagi.

Kelelahan, kelalaian, kehilangan tujuan menjadi akibat ketika muslimah tak mampu menghindarkan diri dari benturan berbagai aktivitas dan kewajiban tersebut. Idialisme awal yang menginginkan menjadi istri dan ibu hebat, mahasiswa top, karyawan teladan, pengusaha sukses, pengemban dakwah yang haritsan aminaan lil Islam menjadi kabur dan kian menghitam dari pandangan. Baca selebihnya »

SISTEM PENDIDIKAN PRO PASAR & AROMA KUAT IMPERIALISME DALAM COMPREHENSIVE PARTNERSHIP AS-INDONESIA

I. MEMBACA KEPENTINGAN AS TERHADAP INDONESIA

Kemitraan komprehensif (comprehensive partnership) antara AS dan Indonesia yang digagas sejak 2009 masih terus bergulir sampai sekarang, meski gaungnya di media tidak terlalu nyaring. Bagi kalangan intelektual, hal ini harus dicermati dengan baik karena setiap hubungan antar negara pasti berhubungan dengan politik luar negeri negara tersebut dan tentunya tidak bisa dilepaskan dari kepentingan negara tersebut. Apalagi kita tahu bahwa Amerika Serikat adalah negara adidaya yang berbasis ideologi Kapitalisme. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.